Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

SURVIVOR

How Can I be The Survivor? Di sebuah kota kecil yang dihuni oleh ribuan muda-mudi yang menuntut ilmu di sana. Aku adalah salah satu dari mereka. Empat tahun yang lalu, aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di luar kampung halaman. Ini merupakan sebuah keputusan yang cukup sulit, mengingat rasanya jauh dari keluarga itu lumayan menantang. Akhirnya aku memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman selama ini. Pada awalnya, aku mengira akan mengalami perasaan homesick  yang cukup hebat, dan ya itu memang terjadi. Namun aku berpikir kembali, bukan hanya diriku saja. Teman-temanku pun mengalami hal serupa dan itu wajar. Kita yang terbiasa bangun tidur bisa langsung melihat kegiatan anggota keluarga di rumah, kini hanya terkurung sendiri di dalam kamar kosan. Setelah terbiasa dengan lingkungan kosan dan kampus, perasaan nyaman itu mulai hadir. Apalagi jika kita dapat berbaur dengan orang-orang di sekitar. Rasanya seperti berada di kampung halaman sendiri. Bedany...

RESOLUTION OF 2020

H-21 Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Tahun 2019 akan usai segera dalam hitungan hari. Banyak orang yang telah merencanakan akhir tahun mereka dengan bepergian ke tempat-tempat menarik, agar 2019 meninggalkan kesan sempurna sebelum 2020 itu datang. Namun bagiku, tidak perlu hal-hal menarik untuk menyambut kedatangan tahun 2020. Tahun 2019 sama seperti tahun-tahun lainnya, dengan lika-liku kisah menarik dan unik. Tahun ini memang impian dan harapan yang kunantikan belum terwujud. Tetapi aku perlu berterima kasih pada tahun 2019 ini. Aku telah dipertemukan dengan hal-hal unik dan istimewa, meski bersifat temporal, namun mengesankan dan mampu mengubah segala sudut pandang yang selama ini kumiliki. Aku menggantungkan harapan pada tahun 2020 nanti. Tidak banyak, namun itu akan sangat berarti bagiku. Aku hanya perlu resolusi kecil-kecilan dan rutin untuk dilakukan mulai saat ini. Tak pelak, aku bermunajat kepada Tuhan, agar apa yang didambakan selama ini dapat terwujud ...

SEDERHANA

Tuan Sederhana Mungkin ini Serendipity kesekian kali yang dialami. Hai! Kamu yang di sana. . . Dia berbeda dari kebanyakan orang, bahkan dari kaum adam yang lain. Takjub? Ya! Tentu. Tak pernah sedikitpun berbagi hal-hal yang ia miliki, apalagi untuk memamerkannya. Dia memegang prinsip: "Tak perlu membanggakan apa yang kita miliki." Terbukti. . . Dia memang benar-benar tidak pernah melakukan hal itu. Tidak hanya itu. Ia juga senang berbagi kesederhanaan yang dimilikinya, agar orang-orang yang mengelilinginya bisa ikut merasakannya. Sejak kecil, keluarganya telah membiasakan hal tersebut. Baginya. . . Tak perlu barang-barang mewah untuk membahagiakan dirinya. Dia hanya perlu hal-hal kecil nan sederhana agar bahagia. Touring dengan sepeda motor bersama teman-teman, menjelajah bumi nusantara yang belum disinggahi. Ya. . . Hanya itu yang kuketahui mengenai 'dia'. Dia, Serendipity -ku! Meski waktu mengizinkan ...

SENJA DAN IKHLAS

Mereka Akan Selalu Bertautan Senja tidak selalu hadir setiap saat. Ada kalanya terhalau kelabu langit biru di atas sana. Namun, janji senja itu ada bagi setiap insan yang menantikannya. Kala senja menemaninya di waktu yang spesial.  Senja mengamanahkan penggemarnya agar senantiasa selalu ikhlas mengarungi dahsyatnya bahtera kehidupan. Ikhlas. . . Tatkala ia terucap, tak semua insan mampu melakukannya. Meski mulut bisa berucap. Namun, ketiadaan sinkronisasi hati yang selaras. Pada akhirnya. . . Timbul sandiwara kehidupan.

RINDU

Kutitip Rindu Ini Hari berganti hari, waktu berjalan begitu cepat. Banyak momen yang telah terukir bagi setiap insan di muka bumi. Momen manis yang meninggalkan gurat senyum, dan pahit yang meninggalkan pilu. . . Dia, seorang anak manusia. . . Tak banyak yang bisa dilakukan. Beragam kisah yang telah dilalui, ia hanya mampu mengikuti skenario yang sedang Tuhan jalankan. Melawan? Tidak! Perjumpaan dengan beragam karakter unik anak manusia telah ia alami. Salah satu perjumpaan baginya, bercengkerama dengan anak manusia lain. Tidak butuh waktu lama. . . Ia seakan-akan telah mengenal jauh. Meski ia dan anak manusia itu belum diizinkan semesta untuk berjumpa. Saat momen tertentu, mereka saling melempar isi pikiran yang terkadang sejalan, terkadang tak sepemikiran. Perbedaan itu memang indah, menciptakan spektrum warna yang mengesankan bagai pelangi. Kini, pelangi itu memudar. . . Ia tampak tidak bahagia atas hal itu. ...